Home » BERITA KPU BENGKULU » KPU Gandeng JMSI Sosialisasikan Pemilihan Gubernur Bengkulu Tahun 2020

KPU Gandeng JMSI Sosialisasikan Pemilihan Gubernur Bengkulu Tahun 2020

KPU Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bengkulu menggelar kegiatan Sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu 2020 di Hotel Santika pada Selasa (20/10). Sosialisasi yang dikemas dalam JMSI Talk Series tersebut mengambil tema “Suksesi Pilkada di Tengah Pandemi” yang dieksplore lebih jauh dalam Perspektif Media dan PKPU Nomor 10 Tahun 2020.
Dengan menghadirkan tiga narasumber yakni Komisioner KPU Provinsi Bengkulu Darlinsyah, GM RBTV Pihan Pino, dan Dosen Fisipol Unib Gushevinalti, yang dipandu oleh Indah Septirisani sebagai moderator. Selain itu, JMSI Talk seri kedua ini turut menghadirkan Kapolda Bengkulu Irjen Pol Teguh Sarwono yang diwakili oleh Dirreskrimum Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif. Kegiatan ini dihadiri berbagai elemen muda diantarantya Tim Laut DKP Kota Bengkulu, Putri Pariwisata, Duta Humas Polda Bengkulu, Duta Kampus, Selebgram, Admin Grup Facebook dan Instagram, Youtuber, Konten Kreator, Aktivis, Mahasiswa, Organisasi Kemahasiswaan yang aktif di dunia jurnalistik, dan sejumlah elemen muda lainnya. Darlinsyah memaparkan materinya KPU siap menyelenggarakan pilkada aman dari Covid-19 tanpa mengkesampingkan nilai-nilai demokratis dalam melaksanakan pilkada. Revisi Peraturan KPU (PKPU) telah dilakukan, yang disesuaikan dengan protokol kesehatan Covid-19. Berbagai peraturan dan ketentuan baru diundangkan, guna memastikan pilkada aman meski di tengah pandemi. Dengan menjelaskan ada 12 Hal Baru di TPS, yaitu 500 pemilih dalam satu TPS, pengaturan kedatangan, penggunaan sarung tangan, desinfeksi TPS, pelindung wajah, masker, tinta tetes, tidak bersalaman, KPPS sehat, dilarang berdekatan, cek suhu, dan mencuci tangan. Darlinsyan menambahkan Begitu juga dengan perubahan peraturan sistem kampanye. Peserta fisik kampanye rapat umum, rapat terbatas, dan debat publik pada masa pandemi Covid-19 sesuai amanat PKPU 10 dibatasi. Jika rapat umum hanya diizinkan dihadiri maksimal 100 orang, rapat terbatas dan debat publik maksimal hanya 50 orang. Sementara Gushevinalti mengingatkan ancaman besar bagi pengguna media sosial, yaitu mis informasi dan dis informasi. Wabil khusus dis informasi, ia menyebutnya sebagai ancaman besar yang berpotensi menyebabkan perpecahan antar anak bangsa.Untuk itu, ia berharap, khususnya dalam tahun politik ini, agar masyarakat Bengkulu bermedia sosial dengan bijak, untuk tidak terpancing hal-hal yang berbau hoaks atapun black campaign. Menurutnya, banyak cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk menguji suatu informasi tersebut benar atau tidak.
Dari perspektif media massa, Pihan Pino menegaskan satu-satunya cara untuk menyukseskan suksesi pilkada di tengah pandemi ini adalah dengan bergandengan tangan. Sangat penting bagi semua pemangku kepentingan kepemiluan baik penyelenggara pemilu, masyarakat sipil, pemerintah, partai politik, peserta pilkada termasuk media massa sebagai bagian dari instrumen demokrasi untuk bergandengan tangan. Bersama-sama melindungi kesehatan publik sekaligus menjaga demokrasi. Keyakinan bahwa pemilu adalah instrumen penting untuk memperkuat demokrasi sekaligus menegakkan kepastian hukum perlu digaungkan dan pers harus mengambil peran penting.

 

WhatsApp Image 2020-10-20 at 20.59.39 WhatsApp Image 2020-10-20 at 20.59.40(1) WhatsApp Image 2020-10-20 at 20.59.40(2) WhatsApp Image 2020-10-20 at 20.59.40 WhatsApp Image 2020-10-20 at 20.59.41 WhatsApp Image 2020-10-20 at 20.59.42