Home » BERITA KPU BENGKULU » Dapil Kota Dan Kaur Belum Final

Dapil Kota Dan Kaur Belum Final

DSC_0064

Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bengkulu terus berkoordinasi bersama seluruh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota menjelang pemilu tahun 2019. Monitoring pelaksanaan dan  penataan daerah pemilihan dan alokasi kursi anggota dewan perwakilan rakyat kabupaten/kota perlu dilakukan secara baik dan berkesinambungan.

Hal itu disampaikan Ketua KPU, Irwan Saputra, S.Ag., MM dalam arahannya dalam acara RDK persiapan Uji Publik hasil penataan daerah pemilihan dan alokasi kursi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota di ruang RPP Minggu (4/2) kemarin.

“Saya sangat berharap bahwa tahapan yang tertuang di dalam Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2017 dapat berjalan dengan baik di tingkat kab/kota, mengingat untuk menghadapi pemilu tahun 2019 perlu dilakukan persiapan penataan wilayah dapil dan alokasi kursi Anggota DPRD”ujar Irwan.

Selain itu, Irwan menambahkan jika di tingkat kab/kota terjadi penambahan maupun pengurangan dapil, agar KPU dapat menjelaskan dengan asumsi-asumsi yang mendasari terjadi perubahan dapil sebab setelah ini akan ada uji publik untuk mempertegas apa yang telah diputuskan.

“Saya juga menghimbau agar KPU Kab/Kota dapat mempertanggungjawabkan apa yang disepakati dalam penataan dapil dan alokasi kursi ke hadapan publik. Tentunya dengan asumsi yang logis dan dimengerti oleh siapa pun”kata Irwan

Selanjut acara dilanjutkan dengan pemaparan oleh KPU Kabupaten/Kota di rangkum anggota Eko Sugianto yaitu

diperoleh Seluma 4 dapil dengan alokasi 30 kursi, Bengkulu selatan 3 Dapil dengan alokasi 25 kursi, Mukomuko 3 Dapil dengan alokasi 25 kursi, Kaur dengan 2 opsi yaitu 3 dan 5 dapil dengan alokasi 25 kursi, Bengkulu Tengah 4 dapil dengan alokasi 25 kursi, Kota Bengkulu 4 Dapil dengan Alokasi 35 kursi, Kepahiang 4 dapil dengan Alokasi 25 Kursi, Rejang Lebong 4 dapil dengan alokasi 30 kursi, Lebong 3 dapil dengan alokasi 25 kursi, Bengkulu Utara 4 dapil dengan alokasi 30 kursi. Namun yang menjadi catatan adalah Kaur dengan 2 opsi dan Kota Bengkulu dengan pergeseran wilayah dapil yang berdampak terhadap alokasi kursi di wilayah tersebut.

Sementara itu, Anggota Zainan Sagiman menegaskan bahwa kepada Kaur dan Kota Bengkulu mengalami perubahan atau pergeseran wilayah dapil.

“Saya meminta khususnya kepada Kaur dan Kota Bengkulu untuk dapat bertanggung jawab atas apa yang disampaikan pada hari ini, sebab jika ini tidak didukung dengan asumsi maupun data yang jelas tentunya akan berdampak pada saat uji publik nantinya, secara tegas saya tidak akan menandatangani berita acara apapun itu” tegas Zainan.

Sebagai penutup Anggota Bawaslu Provinsi, Fatimah Siregar menyampaikan 2 hal yang perlu diperhatikan serius oleh KPU. Pertama menjelang uji publik apa yang dipaparkan nantinya KPU benar-benar siap dengan dilengkapi oleh data. Kedua terkait dengan opsi yang dimunculkan oleh kabupaten Kaur dan Kota Bengkulu, ia meminta KPU dapat menunjukan integritas dan loyalitas kita sebagai lembaga yang menaungi pemilu di Indonesia jangan sampai membuat malu.*VR*