KPU Mukomuko Hadirkan 4 Panelis Dalam Dialog Publik Menjelang Pemilihan Serentak Tahun 2020

Pada Sabtu (4/1) malam Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mukomuko menggelar Dialog Publik dengan Menghadirkan 4 Panelis, yaitu Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan, Ketua KPU Provinsi Bengkulu Irwan Saputra, Ketua Bawaslu Mukomuko Padlul Azmi, dan Akademisi Ahmad Hasan bertempat di Aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Mukomuko. Dialog ini mengusung tema Menakar Tingkat Partisipasi dan Ekskalasi Demokrasi Pada Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Tahun 2020. Hadir dalam acara Ketua dan Anggota KPU Provinsi, Unsur Pimpinan DPRD Mukomuko, KPU Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu, Ketua dan Tokoh Anggota Bawaslu Mukomuko Masyarakat, Tokoh agama, Tokoh adat, Tokoh Pemuda, Media cetak dan Elektronik, Ormas, LSM dan sebagainya

Acara ini dipandu langsung oleh Ketua KPU Mukomuko Irsyad. Dalam kesempatan itu, 4 Panelis  menyampaikan pandangan sesuai dengan tema dialog publik. Dari sisi akademisi Ahmad Hasan menyampaikan pentingnya perlu adanya sosialisasi yang baik agar pelaksanaan pemilihan dapat berjalan dengan baik. Sementara itu, dari sisi Bawaslu Padlul Azmi bahwa pengawasan secara menyeluruh dalam setiap tahapan sangat penting dan perlu ditingkatkan.

DSC_0499 DSC_0504 DSC_0506 DSC_0526 DSC_0529 DSC_0532

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Bengkulu Irwan Saputra menyampaikan bahwa partisipasi pemilih sangat menentukan kesuksesan pada setiap pemilu atau pemilihan, bukan beban penyelenggara KPU dan Bawaslu saja tetapi dukungan seluruh elemen masyarakat sangat menentukan dengan cara tetap bersinergi dan berkontribusi.

“KPU tidak boleh lelah dan berkreatifitas dalam melakukan sosialisasi. karena itu merupakan salah satu cara kita agar masyarakat tertarik untuk memilih dan menggunakan hak pilihnya pada pemilihan serentak tahun 2020 di Provinsi Bengkulu” ujar Irwan.

DSC_0485 DSC_0486 DSC_0487 DSC_0489 DSC_0497 DSC_0510 DSC_0539 DSC_0543 DSC_0544 DSC_0551 DSC_0554 DSC_0563 DSC_0566 DSC_0582

Sementara itu, Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan menekankan KPU melakukan pendekatan perspektif  kebaruan. Kita harus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya politik uang dari perspektif agama. Selain itu juga, perlunya menumbuhkan kepercayaan publik dengan menyajikan setiap tahapan secara transparan dengan tampilan yang unik dan judul seksi.

“Sosialisasi pemilih berbasis keluarga merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan karena keluarga adalah lingkungan sosial terkecil. Sehingga dengan sosialisasi perspektif kebaruan cara sosialisasi pro aktif yang dapat dilakukan oleh KPU, namun tidak mengeyampingkan masukan serta saran dari masyarakat demi perbaikan pemilu dan pemilihan di masa yang akan datang”jelas Wahyu.

Terakhir Irsyad menyimpulkan KPU akan bekerja secara maksimal dengan melakukan sosialisasi dengan cara pendekatan perspektif kebaruan memunculkan cara sosialisasi yang baru agar dapat menarik simpati dan mengajak masyarakat untuk memilih kepada daerah pada pemilihan serentak tahun 2020 mendatang