Evaluasi Dana Kampanye Hadirkan 3 Panelis

Pada Senin (7/10) bertempat di Hotel Santika Bengkulu,  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu menggelar rapat evaluasi dana kampanye pemilihan umun tahun 2019 tingkat provinsi.

Acara yang mengundang 3 Panelis yaitu Ketua Ikatan Akuntan Indonesia Provinisi Bengkulu Faruzzaman, Pimpinan Kantor Akuntan Publik Provinsi Bengkulu Darman Usman,  Komisioner Bawaslu Provinsi Bengkulu Ediansyah Hasan juga dihadiri Anggota Divisi Hukum dan Kasubbag Hukum KPU Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu, Pimpinan/LO Partai Politik Tingkat Provinsi dan Anggota/LO Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Bengkulu.

Kegiatan dibuka langsung oleh Anggota KPU Provinsi Bengkulu Emex Verzoni yang didampingi Anggota lainnya Eko Sugianto, Siti Baroroh, dan Darlinsyah serta Kabag Hukum Teknis dan Hupmas Oktan Huzaeiry.

Dalam sambutannya Emex menyampaikan pentingnya dilakukan tahapan evaluasi dana kampanye mengingat hal ini akan menjadi bahan refleksi KPU Provinsi Bengkulu dalam menyongsong pilkada serentak Tahun 2020 mendatang.

“Kami berharap dengan adanya evaluasi ini masukan dan saran dari berbagai pihak terkait dana kampanye akan menjadi bahan perbaikan kita di pilkada maupun pemilu yang akan datang.”ujar Emex.

Rapat evaluasi diisi dengan pemaparan dan dialog bersama 3 Panelis yang berbeda, yaitu IAI. KAP, dan Bawaslu fn dipandu oleh Anggota KPU Provinsi Bengkulu Eko Sugianto. Ketua IAI Provinsi Bengkulu Faruzzaman menyampaikan materi berkaitan dengan akuntansi pembukuan dan mekanisme pelaporan dana kampanye.

“Dalam hal pelaporan dana kampanye yang menjadi prinsip pokok adalah akuntabel dan transparan”imbuh Faruzzaman. FB_IMG_1570453363716 FB_IMG_1570453340012 FB_IMG_1570453342450 FB_IMG_1570453305347 FB_IMG_1570453308434 FB_IMG_1570453312728 FB_IMG_1570453345491 FB_IMG_1570453368847

Sementara itu, Kantor Akuntan publik Darman Usman lebih menekankan pada unsur kepatuhan peserta pemilu dalam menyampaikan laporan dana kampanye sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam pengelolaannya dan harus adanya kejelasan dan ketegasan regulasi.

“Regulasi yang mengatur Dana Kampanye harus jelas agar keseragaman muncul sebagai bentuk kepatuhan peserta pemilu dalam mengelola anggaran”ungkap Darman

Sedangkan Bawaslu Provinsi Bengkulu Ediansyah Hasan menjelaskan pentingnya pengawasan yang dilakukan Bawaslu salah satunya dengan menjalin kerjasama Mou kepada IAPI dan rapat bersama stakeholder terkait pelaporan dana kampanye.

“Bawaslu sangat berperan dalam hal pengawasan namun alangkah baiknya jika dapat dilibatkan lagi dengan menjalin kerjasama Mou dengan IAPI, dan rapat bersama untuk meningkatkan kepatuhan peserta pemilu dalam melaporkan dana kampanye”jelas Ediansyah.

Dalam diskusi peserta rapat mengungkapkan pentingnya regulasi yang jelas agar tidak memunculkan persepsi yang berbeda-beda ketika tahapan sedang berlangsung.

Terakhir Eko menghimbau dan mengharapkan apa yang menjadi diskusi dan masukan akan disampaikan pada rapat evaluasi tingkat nasional nantinya.